Bro, kalau sudah tiba di sana, diam saja..
Sebelum kamu malu
Dan kalau sudah tiba di sana, jangan terus berceloteh
Karena sudah ada yang lebih pandai berceloteh
Bro, percayalah padaku..kita tak perlu pergi.
Aku takut kita dipermalukan.
Kita itu seperti pisang goreng
Yang siap dimakan tanpa perlu minuman
Kita itu seperti sudra, rakyat jelata yang dapat saja terlindas mobil dan mereka punya sepatu.
Bro, pikir-pikir dulu untuk minta bantu
Karena hanya jalan buntu dan akan tertipu
Bro, percayalah padaku, jangan nekad
Karena disana semua orang akan berkata:…”apa kalian tidak pernah nonton tivi, sehingga belum tahu kalau dunia ini sudah bejad”.
Bro, jangan kamu jujur tentang keadaan, …karena pasti akan diremehkan
Apa kamu yakin, mereka akan membantu…bener kamu yakin….bro…
Kalau yakin, datang saja..aku tak mau ikut.
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Maret 2011
Tembang bunga bakung dan tanaman liar
Bunga itu indah.
Tatkala pertama kali aku melihatnya.
Ingin kupetik.
Tatkala kedua kali bertemu dengannya.
Bunga itu harum.
Tatkala aku berada di dekatnya
Ingin kuhirup dan kuhisap bau bakungnya
Tatkala aku berada di awan
Bunga itu tertawa
Ketika aku berkeliaran di jalan
Bunga itu bodoh
Karena telah mengusirku, ketika aku mendekatinya
Bunga itu layu.
Ketika terakhir aku memandangnya
Aku jadi tak nafsu.
Karena Pol PP menginjaknya.
Untung aja……ada Slamet….
Tatkala pertama kali aku melihatnya.
Ingin kupetik.
Tatkala kedua kali bertemu dengannya.
Bunga itu harum.
Tatkala aku berada di dekatnya
Ingin kuhirup dan kuhisap bau bakungnya
Tatkala aku berada di awan
Bunga itu tertawa
Ketika aku berkeliaran di jalan
Bunga itu bodoh
Karena telah mengusirku, ketika aku mendekatinya
Bunga itu layu.
Ketika terakhir aku memandangnya
Aku jadi tak nafsu.
Karena Pol PP menginjaknya.
Untung aja……ada Slamet….
nak, maafkan papamu...
Ketika lemparan batu
tepat di mata.ini
seakan hujan gerimis tak berhenti
dan kau tertawa melihat aku beringas.
dan kau tetapkan perjanjian..
Ketika terbelahnya hati
akibat pisau tajam..memisahkan apel berwarna pink..
sampaikan maafku padanya dan aku hanya titip buah itu..
tapi jangan sekarang kau lempar batu..
percayalah aku pasti pergi...
Darahku telah terlanjur mengalir.......
tapi sekarang, kau anggap beku.
setelah kau jejali kata mati padanya.
hingga sampai kapanpun tak tau siapa aku...
wajar aku beringas hingga terdengar suara burung hantu....
kamu sok tau, mengganggap aku seperti penjahat
dan aku anggap kamu tidak fair.....itu kata terakhir untukmu.
tepat di mata.ini
seakan hujan gerimis tak berhenti
dan kau tertawa melihat aku beringas.
dan kau tetapkan perjanjian..
Ketika terbelahnya hati
akibat pisau tajam..memisahkan apel berwarna pink..
sampaikan maafku padanya dan aku hanya titip buah itu..
tapi jangan sekarang kau lempar batu..
percayalah aku pasti pergi...
Darahku telah terlanjur mengalir.......
tapi sekarang, kau anggap beku.
setelah kau jejali kata mati padanya.
hingga sampai kapanpun tak tau siapa aku...
wajar aku beringas hingga terdengar suara burung hantu....
kamu sok tau, mengganggap aku seperti penjahat
dan aku anggap kamu tidak fair.....itu kata terakhir untukmu.
BULAN SEDANG MIGRAIN dan nyanyian Pencuri
Bulan berputar genit menggodaku setiap malam
Dengan sinarnya hingga menyerang jantungku
dan menimbulkan debaran yang cukup kencang
Bulan berputar tak henti sampai menjelang pagi
tapi aku masih dikursi sambil pandang ke depan
dan menunggu lengahnya makhluk bumi dan waktu serentak terhenti, walau beberapa menit
Aku kecewa jika bulan berhenti berputar
dan akan kuumpatkan kata sambil menantang langit gelap: Mana Wajahmu yang buruk itu? Mana sinar matamu yang lentik itu? Mana godaanmu yang membuat aku terpesona oleh rayuan setan malam...
tapi hanya ada suara berbisik dari langit yang bergumam: Bulan sedang Migrain......
Bulan terlalu banyak berputar hingga ia sakit kepala, atau terantuk awan yang tebal..
aku tak tahu yang pasti aku tak dapat uang...tak dapat barang...tak dapat apa-apa malam ini tanpa bantuan bulan.
Setelah suara bergumam menghilang, gerimis datang bagai air mata sang Bulan yang menangis akibat seribu cercaan makhluk malam yang sedang cari makan...begitu juga aku...
Akupun pulang tanpa membawa senyuman
sampai dirumah kuterima tangisan bayi-bayi,,dan perempuan
karna tak ada yang kubawa sebagai hadiah untuk perut-perut mereka
karna tak ada secarik uang limapuluh ribuan
karna tak ada setetes keringat di bajuku
karna tak ada sekarung beras dipundakku
dan ternyata istriku bilang:
"jika Bulan tak lagi mampu membantu, matahari akan membantumu papah"
karena bumi mengitari matahari dan tak akan pernah hilang panasnya
karena matahari memiliki hati,,agar makhluk bumi dapat melihat dimana rezeki dicari
karena bumi pelayan matahari hingga ia mau mengitari setiap hari
kata istriku lagi: "sudahlah papah, Bulan sedang migrain, ia ingin papah mengerti bahwa malam bukanlah waktu yang tepat mencari uang"
Dengan sinarnya hingga menyerang jantungku
dan menimbulkan debaran yang cukup kencang
Bulan berputar tak henti sampai menjelang pagi
tapi aku masih dikursi sambil pandang ke depan
dan menunggu lengahnya makhluk bumi dan waktu serentak terhenti, walau beberapa menit
Aku kecewa jika bulan berhenti berputar
dan akan kuumpatkan kata sambil menantang langit gelap: Mana Wajahmu yang buruk itu? Mana sinar matamu yang lentik itu? Mana godaanmu yang membuat aku terpesona oleh rayuan setan malam...
tapi hanya ada suara berbisik dari langit yang bergumam: Bulan sedang Migrain......
Bulan terlalu banyak berputar hingga ia sakit kepala, atau terantuk awan yang tebal..
aku tak tahu yang pasti aku tak dapat uang...tak dapat barang...tak dapat apa-apa malam ini tanpa bantuan bulan.
Setelah suara bergumam menghilang, gerimis datang bagai air mata sang Bulan yang menangis akibat seribu cercaan makhluk malam yang sedang cari makan...begitu juga aku...
Akupun pulang tanpa membawa senyuman
sampai dirumah kuterima tangisan bayi-bayi,,dan perempuan
karna tak ada yang kubawa sebagai hadiah untuk perut-perut mereka
karna tak ada secarik uang limapuluh ribuan
karna tak ada setetes keringat di bajuku
karna tak ada sekarung beras dipundakku
dan ternyata istriku bilang:
"jika Bulan tak lagi mampu membantu, matahari akan membantumu papah"
karena bumi mengitari matahari dan tak akan pernah hilang panasnya
karena matahari memiliki hati,,agar makhluk bumi dapat melihat dimana rezeki dicari
karena bumi pelayan matahari hingga ia mau mengitari setiap hari
kata istriku lagi: "sudahlah papah, Bulan sedang migrain, ia ingin papah mengerti bahwa malam bukanlah waktu yang tepat mencari uang"
Bau Ketiak
Aku tidak mau untuk harus katakan "Ya"
Sebelum meluncur kata "Tidak" dari suara dan Lubuk hatimu
Memang aku baru menyadari bau ketiak badan ini
mengganggu sekitarmu dan menimbulkan polusi cercaan
hingga semua orang menjauhiku
Tapi tetaplah katakan "Tidak" dalam kamus hidupmu
dan,,yang aku kenang adalah prasasti dua hati hingga .,
ucapan sakral yang pernah terucap dari dua lidah ,,,yang pernah saling bertemu.
Demi induk ayam dan ayam jantan yang selalu di depan kandang
sebenarnya aku tak takut, induk ayam itu mematuk, atau ayam jantan yang berjakun menantang
Tapi apalagi sih, please deh...kan kata "Tidak" sudah terucap, buat apa lagi
untuk pasang satpam didepan dengan lampu terang..
bagiku tak cukup...untuk mengalahkan bau ketiaku
cobalah mereka mencoba meresapi bau itu,,,
kalau saja mereka tahan,,,Ibu jariku, akan mengucap Like This
andai saja ayam-ayam itu mati sehabis mencium bau ketiaku
cobalah untuk mengucap kata "Ya" bagiku
Tunggu sampai aku tidak mandi selama enam hari.
serangan fajar akan menyerang kandang
Tunggu sampai aku bersih diri
apakah hujan akan tersiram dan ayam-ayampun kegirangan
tapi telah kau katakan "Tidak"
Yo wisss, ora Pate"an..karepmu...
Sing penting aku sudah katakan "Ya".
Sebelum meluncur kata "Tidak" dari suara dan Lubuk hatimu
Memang aku baru menyadari bau ketiak badan ini
mengganggu sekitarmu dan menimbulkan polusi cercaan
hingga semua orang menjauhiku
Tapi tetaplah katakan "Tidak" dalam kamus hidupmu
dan,,yang aku kenang adalah prasasti dua hati hingga .,
ucapan sakral yang pernah terucap dari dua lidah ,,,yang pernah saling bertemu.
Demi induk ayam dan ayam jantan yang selalu di depan kandang
sebenarnya aku tak takut, induk ayam itu mematuk, atau ayam jantan yang berjakun menantang
Tapi apalagi sih, please deh...kan kata "Tidak" sudah terucap, buat apa lagi
untuk pasang satpam didepan dengan lampu terang..
bagiku tak cukup...untuk mengalahkan bau ketiaku
cobalah mereka mencoba meresapi bau itu,,,
kalau saja mereka tahan,,,Ibu jariku, akan mengucap Like This
andai saja ayam-ayam itu mati sehabis mencium bau ketiaku
cobalah untuk mengucap kata "Ya" bagiku
Tunggu sampai aku tidak mandi selama enam hari.
serangan fajar akan menyerang kandang
Tunggu sampai aku bersih diri
apakah hujan akan tersiram dan ayam-ayampun kegirangan
tapi telah kau katakan "Tidak"
Yo wisss, ora Pate"an..karepmu...
Sing penting aku sudah katakan "Ya".
Lampu Bening dan Putih II (Episode Kapoknya Poligami)
Beberapa waktu yang lalu aku membersihkan lampu bening dengan lap agar debu-debu dan sarang laba-laba hilang semua.
Setelah sekian lama lampu ini berpijar, baru kali ini aku membersihkannya.
Setalah kubersihkan aku jadi merasa nyaman tertidur di kamar dengan sinarnya yang tidak pernah redup
Dan aku baru sadar ternyata lampu bening itu sangat setia menemaniku walau aku pernah berniat menggantinya..
Aku menyesal, karena selama ini menganggap lampu itu tak becus menerangiku ketika aku membaca buku.
Sekarang aku sadar tanpa lampu itu aku akan kegelapan di kamar tanpa melihat apapun
Jika saja lampu bening putus, aku akan bingung siapa lagi yang bisa menggantikannya
Dan aku akan merasa buta tak bisa menentukan arah..yang tertuju..
Beberapa waktu yang lalu, aku kesal pada lampu putih, yang sudah kedap-kedip menerangi ruang tengah, padahal baru tiga tahun menemaniku yang kubeli dengan harga mahal..
Apakah lampu putih tahu, kalau aku membelinya dengan mengorbankan tabunganku yakni sebuah kesetiaan dan kefanatikanku pada lampu bening.
Atau memang sudah tak sanggup karena masih saja banyak nyamuk yang mengganggu
Lampu putih itupun seperti malas bersinar akibat tak sanggup mempertahankan tekanan air hujan yang bocor dari langit-langit rumahku
Mungkin lampu putih sudah enggan berbakti, karena cemburu melihat lampu bening dibersihkan
Atau karena banyak orang yang suka atas sinarnya yang sangat terang walau sudah kedap kedip
Dan akhirnya kuputuskan kucabut lampu itu dan kuserahkan kembali kepada penjual lampu itu, tanpa minta garansi.
Sejak awal aku tau lampu putih akan bosan bersinar
Sejak awal aku tahu, penjual lampu tak pernah setuju membeli lampu itu
Jika sekarang andai aku disuruh memilih kembali antara lampu bening atau putih
Aku akan menjawab..cukup satu kata: Bening.
Setelah sekian lama lampu ini berpijar, baru kali ini aku membersihkannya.
Setalah kubersihkan aku jadi merasa nyaman tertidur di kamar dengan sinarnya yang tidak pernah redup
Dan aku baru sadar ternyata lampu bening itu sangat setia menemaniku walau aku pernah berniat menggantinya..
Aku menyesal, karena selama ini menganggap lampu itu tak becus menerangiku ketika aku membaca buku.
Sekarang aku sadar tanpa lampu itu aku akan kegelapan di kamar tanpa melihat apapun
Jika saja lampu bening putus, aku akan bingung siapa lagi yang bisa menggantikannya
Dan aku akan merasa buta tak bisa menentukan arah..yang tertuju..
Beberapa waktu yang lalu, aku kesal pada lampu putih, yang sudah kedap-kedip menerangi ruang tengah, padahal baru tiga tahun menemaniku yang kubeli dengan harga mahal..
Apakah lampu putih tahu, kalau aku membelinya dengan mengorbankan tabunganku yakni sebuah kesetiaan dan kefanatikanku pada lampu bening.
Atau memang sudah tak sanggup karena masih saja banyak nyamuk yang mengganggu
Lampu putih itupun seperti malas bersinar akibat tak sanggup mempertahankan tekanan air hujan yang bocor dari langit-langit rumahku
Mungkin lampu putih sudah enggan berbakti, karena cemburu melihat lampu bening dibersihkan
Atau karena banyak orang yang suka atas sinarnya yang sangat terang walau sudah kedap kedip
Dan akhirnya kuputuskan kucabut lampu itu dan kuserahkan kembali kepada penjual lampu itu, tanpa minta garansi.
Sejak awal aku tau lampu putih akan bosan bersinar
Sejak awal aku tahu, penjual lampu tak pernah setuju membeli lampu itu
Jika sekarang andai aku disuruh memilih kembali antara lampu bening atau putih
Aku akan menjawab..cukup satu kata: Bening.
Lampu Bening dan Putih (Episode Poligami)
11 tahun yang lalu aku membeli lampu bening dengan kekuatan lima watt
aku pasang dikamar depan, memang tidak terang tetapi romantisme mengubah suasananya
dan hingga kini lampu ini masih berpijar, walau siang kumatikan
Mungkin lampu bening itu sangat sabar menerangi kamar yang besar
Mungkin lampu bening itu masih setia menemaniku walau aku sering telat membayar listrik
padahal aku sering mengumpatmu dengan celoteh sinarnya kurang terang
dan selama ini ia masih bersinar dengan matanya yang kecil berwarna kuning..seperti menatapku
tiga tahun yang lalu aku membeli lampu putih dengan kekuatan seratus watt
aku pasang di ruang tengah, dan terangnya sampai terlihat dari luar hingga membantu orang melihat keadaan sekitar
namun lampu itu mulai redup, seperti ada bayang hitam akibat terkena air hujan atau
banyak nyamuk yang membisiki agar jangan lama-lama menerangiku, karena nyamuk-nyamuk itu tak bisa tidur setiap harinya
atau karena memikirkan aku tertidur diruang gelap dan leluasa menghirup darahku untuk melangsungkan kehidupan
aku tau semua lampu tak akan lari karena tak punya kaki
aku tau semua lampu tak akan hilang asal jangan memasang dipinggir jalan
aku tau lampu putih sudah tau bahwa aku akan membeli lampu baru
aku tak takut jika lampu putih gemetar ketika aku menggantinya dengan yang baru
cuma aku tak tau, lampu-lampu itu akan mati entah kapan....
aku tahu kalian akan setia sampai redup berkeriput
namun tinggal aku memilihnya lampu bening atau putih?
jawabku: aku akan menggunakan semuanya karena aku butuh,.
aku pasang dikamar depan, memang tidak terang tetapi romantisme mengubah suasananya
dan hingga kini lampu ini masih berpijar, walau siang kumatikan
Mungkin lampu bening itu sangat sabar menerangi kamar yang besar
Mungkin lampu bening itu masih setia menemaniku walau aku sering telat membayar listrik
padahal aku sering mengumpatmu dengan celoteh sinarnya kurang terang
dan selama ini ia masih bersinar dengan matanya yang kecil berwarna kuning..seperti menatapku
tiga tahun yang lalu aku membeli lampu putih dengan kekuatan seratus watt
aku pasang di ruang tengah, dan terangnya sampai terlihat dari luar hingga membantu orang melihat keadaan sekitar
namun lampu itu mulai redup, seperti ada bayang hitam akibat terkena air hujan atau
banyak nyamuk yang membisiki agar jangan lama-lama menerangiku, karena nyamuk-nyamuk itu tak bisa tidur setiap harinya
atau karena memikirkan aku tertidur diruang gelap dan leluasa menghirup darahku untuk melangsungkan kehidupan
aku tau semua lampu tak akan lari karena tak punya kaki
aku tau semua lampu tak akan hilang asal jangan memasang dipinggir jalan
aku tau lampu putih sudah tau bahwa aku akan membeli lampu baru
aku tak takut jika lampu putih gemetar ketika aku menggantinya dengan yang baru
cuma aku tak tau, lampu-lampu itu akan mati entah kapan....
aku tahu kalian akan setia sampai redup berkeriput
namun tinggal aku memilihnya lampu bening atau putih?
jawabku: aku akan menggunakan semuanya karena aku butuh,.
Langganan:
Komentar (Atom)